Tag Archives: Brexit Uni Eropa

Brexit Uni Eropa Beserta Penjelasan Akurat Serta Konsekuensinya

Pada akhir bulan Januari 2020, dihebohkan kabar dari Uni Eropa, negara Inggris keluar dari Uni Eropa atau disebut dengan istilah Britania Raya Exit (Brexit). Brexit merupakan penjelasan yang berarti pemutusan kebijakan Britania Raya apakah harus keluar sebagai anggota Uni Eropa berdasarkan referendum yang dituliskan Inggris sejak tanggal 23 Juni 2016. Terjadinya Brexit Uni Eropa yang dilakukan Inggris membuat kepanikan seluruh negara anggota.

Alasan Inggris meninggalkan Uni Eropa karena ketidak sejalannya kembali Inggris. Dengan segala peraturan yang ada didalam Uni Eropa. Dengan demikian sebagai konsekuensi yang harus dijalani, Inggris akan melakukan transisi dari tanggal 31 Januari 2020 hingga 31 Desember 2020.

1. Tidak Terwakili Lagi Di Badan Politik Uni Eropa

Keputusan Birtania Raya atau Inggris keluar dari Uni Eropa memberikan konsekuensi. Pertama yang harus dihadapi yaitu tidak lagi aktif untuk terwakili di lembaga politik milik Uni Eropa. Walaupun demikian, dimasa transisi, Inggris harus tunduk dengan segala Hukum dari Uni Eropa dan harus menjadi bagian Pabean Uni Eropa serta di Pasar Tunggal Eropa.

2. Inggris Wajib Memberikan Artikel Sebanyak 50

Konsekuensi selanjutnya yang harus dihadapi Inggris ketika memutuskan keluar dari Uni Eropa, Inggris harus menyerahkan artikel sebanyak 50 berisikan tentang perjanjian yang pernah tertulis antara Uni Eropa dengan Dewan Eropa yang berlangsung pada tanggal 29 Maret 2017. Alasannya, ini sebagai bukti bahwa keinginan Inggris menarik diri dari Uni Eropa sah.

3. Membentuk Kembali Kementerian Atas Nama Britania Raya

Selanjutnya konsekuensi yang akan dihadapi Inggris ketika keluar dari Uni Eropa, karena Inggris tidak lagi dianggap menjadi anggota pada Pasar Pabean Uni Eropa dan Pasar Tunggal Uni Eropa, maka dalam jangka waktu yang singkat, Inggris harus segera membentuk kementerian dibidang itu yaitu bernama Dapertemen for Exiting European Unian atau DexEu.

4. Mengalami Kerugian Bersifat Tahunan

Konsekuensi berikutnya yang dialami Inggris, ketika keluar dari Uni Eropa, Inggris mengalami kerugian bersifat tahunan sebesar 404 Poundsterling. Bahkan nilai dari mata uang poundsterling juga diprediksi ikut turun. Yang mana jika sebelumnya ditingkat rata-rata, maka nilai poundsterling akan berada 10 % , dengan inflasi yang akan meningkat sebesar 1,7%.

5. Berpengaruh Pada Sektor Ekonomi Inggris

Banyak pakar riset perekonomian dunia meyakini, sikap Inggris yang keluar dari Uni Eropa juga berkosekuensi buruk terhadap perkembangan sektor ekonomi negara Inggris sendiri. Apabila Inggris tidak ingin ini terjadi secara berkelanjutan. Maka harus melakukan pengurangan terhadap pendapatan dari segi rill per-kapitanya dalam jangka waktu mulai sekarang hingga panjang nanti.

6. Menurunkan Angka Jumlah Pendatang

Hal lain yang harus dihadapi Inggris apabila keluar dari Uni Eropa, Inggris mengalami kesulitan di bidang investor dari negara-negara yang bergabung di wilayah Uni Eropa. Dimana pendatang dari negara-negara Uni Eropa akan mengalami penurunan. Sehingga, akan berdampak buruk terhadap jalannya proses riset akademis dan pendidikan tinggi di negara Britania Raya.

7. Berpengaruh Terhadap Sektor Kerjasama

Menurut Institute for Fiscal Studies atau IFS timbul konsekuensi besar yang dialami Inggris apabila keluar dari Uni Eropa, yaitu ekonomi Inggris tidak akan mengalami pertumbuhan pesat tahun 2020 hingga 2021. Dikarenakan Uni Eropa adalah mitra dagang besar di Inggris dengan 44 % ekspor jasa dan barang di Inggris untuk Eropa.

Demikianlah penjelasan tentang brexit uni eropa beserta penjelasan akurat serta konsekuensi yang akan dihadapi Inggris. Semoga saja denga terjadinya Brexit ini menjadi pembelajaran besar bagi negara-negara lainnya agar tetap selalu mandiri dan berani dalam menghadapi setiap permasalahan yang ada demi kemajuan negaranya sendiri. Jadilah negara yang selalu bijak dalam bertindak!